8+ Penyakit Pasca Melahirkan Yang Harus Kita Waspadai

0
3
penyakit pasca melahirkan

Penyakit Pasca Melahirkan yang harus kita waspadai – Disamping rasa senang pada ibu hamil yang telah melahirkan, ada juga  permasalahan lain yang muncul pasca melahirkan dan permasalahan itu sudah biasa terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Kebanyak wanita yang baru melahirkan pasti akan pernah mengalami penyakit tersebut.

sebelum memasuki pembahas permasalahan yang akan kami sharing, Oh iya sebelumya apa kabarnya anda sahabat solusiibuhamil.com? mudah-mudahan dalam keadaan sehat selalu ya dan tetap semangat dalam menjalankan permasalahn yang sedang dialami. Tetaplah semangat karena semua permasalahn akan indah apabila di tanganani dengan pas.

Baca : Makanan Yang Harus Dihindari Pasca Melahirkan

Mengenai dengan permasalahan yang sudah, sedang atau akan dialami, kali ini kami akan membahas permasalahan tentang Penyakit Pasca Melahirkan yang mungkin anda akan bertanya-tanya tentang penyakit tersebut apa saja sih. Nah, berikut ini pemaparan kami tentang Penyakit Pasca Melahirkan Yang Harus Kita Waspadai.

8 Penyakit Pasca Melahiran Yang Harus Di Waspadai

Berikut ini adalah beberapa penyakit Pasca Melahirkan yang harus kita waspadai :

1 | lochiostasis

lochiostasis, yakni suatu keadaan di mana cairan atau darah nifas yang semestinya keluar tapi tidak keluar. Sehingga dapat menyebabkan subinvolusi atau alat kandungan/rahim tidak dapat kembali ke ukuran/keadaan normal. Akibatnya, kontraksi rahim menjadi terganggu juga. Hal itu, menurut dr. Mufti, dapat disebabkan oleh tertinggalnya sisa plasenta maupun adanya infeksi pada endometrium. Dalam kondisi seperti ini, dokter akan melakukan kuret untuk membersihkan rahim atau tindakan pengobatan lain yang sesuai dengan diagnosa.

2 | Gangguan pada jantung

“Jika pada masa hamil terdapat hubungan pendek antara sirkulasi darah ibu dan plasenta, maka setelah melahirkan, hubungan pendek itu menghilang secara tiba-tiba sehingga menyebabkan volume darah ibu relatif akan bertambah. Akibatnya,  beban jantung ibu kian bertambah dan dapat menyebabkan decompensasi kordis atau gagal jantung. Hal itu dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi, sehingga volume darah kembali ke sediakala. Umumnya terjadi pada hari ke-3 sampai ke-15 pasca melahirkan,” ia mengingatkan.

3 | Masitis

Penyakit mastitis merupakan penyakit lainnya yang dapat terjadi paska melahirkan. Dijelaskan dr. Mufti, mastitis adalah suatu keadaan terinfeksinya jaringan di dalam buah dada ibu menyususi yang disebabkan oleh adanya bakteri. Biasanya, gejalanya ditandai dengan adanya nyeri pada payudara, demam yang tinggi, dan tampak kemerahan di daerah payudara.

Diungkapkan dr. Mufti, “Penanganan untuk penyakit masitis adalah segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan antibiotik. Ibu juga harus segera mengevakuasi atau memerah ASI (Air Susu Ibu). Sebab, penyebab mastitis  adalah ASI yang tidak keluar atau terjebak pada salurannya. Akibatnya, terjadi iritasi di jaringan sekitar dan memicu terjadinya pembengkakan serta rasa nyeri  karena adanya bakteri dan jamur yang berada di sekitar puting susu.”

4 | osteoporosis

Lebih lanjut, dr. Mufti mengatakan, osteoporosis atau sering disebut juga dengan keroposnya tulang sering terjadi pada ibu paska melahirkan. Proses pengeroposan itu bisa jadi sudah dimulai sejak ibu memasuki kehamilan trimester dua dan tiga. Pada masa itu, bayi memang sangat membutuhkan banyak kalsium untuk pembentukan kerangka tubuhnya.

“Perlu diingat, saat mengandung banyak kalsium ibu yang diserap oleh si calon bayi. Demikian juga saat proses menyusui. Belum lagi jika si ibu memiliki faktor genetik pengidap osteoporosis. Untuk itu,  mulai dari masa kehamilan dan menyusui, ibu harus mampu mendapatkan asupan kalsium yang banyak, sehingga ibu tak perlu mengalami osteoporosis,” paparnya.

5 | Penyakit batu empedu

Menurut dr. Mufti, penyakit batu empedu juga sering terjadi pada ibu paska melahirkan.  Hal itu disebabkan karena  menurunnya hormon progesteron paska melahirkan. Normalnya, pada masa kehamilan, progesteron akan meningkat terus sampai kehamilan cukup bulan.

Setelah melahirkan,  pengaruh dari hormon prolaktin akan menyebabkan penekanan hormon estrogen dan progesteron. Oleh karena itu, relaksasi otot-otot di kantong empedu akan memperlambat aliran empedu sehingga dapat menyebabkan pembentukkan batu empedu. Untuk memperkecil resiko terjadinya penyakit batu empedu, maka disarankan mengganti pola makan dengan mengkonsumsi lebih sedikit makanan berlemak serta berolahraga secara teratur.

6 | Penyakit kulit

Penyakit kulit seperti herpes gestationes dan chloasma gravidarum. Herpes gestasional berbeda dengan herpes jenis yang lain. Lantaran, herper tersebut tidak disebabkan oleh virus dan tidak menular.

“Biasanya, ditandai dengan adanya bintik-bintik merah yang bertumpuk-tumpuk dan berisi air, ada rasa gatal, serta perih. Munculnya memang disebabkan karena proses kehamilan. Untuk itu, sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter kandungan untuk memastikan bahwa yang dialami ibu hanyalah herpes gestasional, bukan penyakit kulit yang lain,” lanjutnya.

Sementara itu, chloasma (melasma) sering dikenal dengan topeng kehamilan. Sebab, menimbulkan pigmentasi kulit muka, terutama di sekitar pipi. Diimbuhkan dr. Mufti, melasma berkaitan dengan perubahan hormonal, karena muncul pada sebagian besar ibu pada masa hamil. chloasma juga dikenal sebagai seboroik melanosis, istilah yang digunakan  untuk perubahan warna kulit pigmen. “Chloasma terjadi selama kehamilan. Dan, penggelapan kulit biasanya terjadi selama 16 minggu usia kehamilan. Biasanya, kelainan kulit ini akan berangsur menghilang dengan sendirinya seusai masa persalinan,” tegasnya.

Baca : Aktivitas Yang Jangan Dilakukan Pasca Melahirkan

7 | Masalah buang air kecil

Penyakit yang mungkin menghampiri para ibu paska melahirkan adalah masalah buang air kecil, baik mereka yang melahirkan secara normal maupun cesar. Bahkan, bukan tidak mungkin sampai terjadi inkontinensia yaitu kondisi dimana si ibu tidak mampu menahan buang air kecil.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah terjadinya fistel atau adanya saluran baru yang terbentuk, yang biasanya terjadi pada pasca melahirkan dengan operasi. Kalau hal ini terjadi segera periksakan ke dokter kandungan,” anjurnya.

8 | Infeksi paska melahirkan

Infeksi paska melahirkan atau infeksi nifas adalah semua peradangan yang disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam organ genital pada saat persalinan dan masa nifas. Kuman yang sering didapat adalah Streptococcus Haemolyticus Aerobic (terinfeksi dari penderita lain, alat yang tidak steril, tangan penolong, atau infeksi tenggorokan orang lain), Staphylococcus Aerus (sering ditemukan di rumah sakit dan dalam tenggorokan orang-orang yang tampak sehat), Escheria Coli (berasal dari kandung kemih atau rektu), dan Clostridium Welchii (infeksi yang lebih sering terjadi pada abortus kriminalis dan persalinan yang ditolong dukun atau yang tidak memperhatikan tentang higines).

Nah, itu dia permasalah yang akan dialami oleh wanita pasca melahirkan. Itu adalah pemaparan kami mengenai tentang penyakit pasca melahirkan yang kita waspadai, semoga bermanfaat. Terimakasih…

Pengunjung Juga Mencari:

  • 10 hari pasca melahiran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here