Ini Dia ! 11 Tips atau Cara Mengatasi Ibu Hamil Yang Susah Makan Nasi

Tips atau Cara Mengatasi Ibu Hamil Yang Susah Makan Nasi

Cara Mengatasi Ibu Hamil Yang Susah Makan Nasi | Berbagai perubahan pada organ tubuh terjadi pada masa kehamilan. Salah satu sistem organ yang terpengaruh adalah sistem pencernaan, sehingga ini terkadang menyebabkan ibu hamil malas makan. Padahal, nutrisi sangat dibutuhkan untuk pembentukan organ tubuh janin sekaligus kesehatan sang ibu. Jika Anda sedang hamil dan malas makan, ada solusinya agar kondisi tersebut tak berlangsung terus-menerus.

Cara Mengatasi Ibu Hamil Yang Susah Makan

Cara Mengatasi Ibu Hamil Yang Susah Makan Nasi

Jangan biarkan kesehatan Ibu terganggu karena rasa enggan untuk makan. Selain berbahaya untuk Ibu, juga berisiko besar bagi kandungan. Berikut adalah tips untuk menjaga nafsu makan selama masa kehamilan:

  1. Mengatur Asupan Serat
    Asupan serat merupakan kebutuhan yang penting bagi tubuh Ibu, terutama selama kehamilan. Hal ini juga berhubungan dengan risiko sembelit yang semakin tinggi, seiring usia kandungan yang semakin bertambah. Selain memenuhi kecukupan akan serat, kandungan air yang terkandung di dalam makanan yang mengandung serat akan menjadikan Ibu kenyang lebih lama. Makanan berserat terbaik bisa Ibu dapatkan pada sayuran dan buah-buahan segar.
     
  2. Salad dapat Mengatasi Masalah Nafsu Makan
    Ibu dapat mengonsumsi menu salad buah atau sayuran di siang hari menjelang petang. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengonsumsi salad bisa mengendalikan keinginan makanan yang mengandung kalori yang berlebihan. Dengan begitu, Ibu mampu menjaga pola makan secara keseluruhan.
     
  3. Konsumsi Sup
    Ibu dapat memilih jenis sup makaroni atau sup jagung pada siang hari saat Ibu kehilangan nafsu makan untuk mengonsumsi nasi. Konsumsilah sup yang rendah lemak dan mengandung variasi sayuran dengan memasaknya sendiri di rumah. Ibu dapat membuat kuah kaldu yang lebih jernih dari rebusan kedua untuk menghindari lemak jahat.
     
  4. Konsumsi Susu Khusus Kehamilan atau Susu Rendah Lemak
    Meningkatkan asupan susu kehamilan rendah lemak bisa menjadi cara terbaik mengatasi kondisi hamil muda susah makan. PRENAGEN emesis hadir untuk membantu mengurangi rasa mual dan muntah Ibu, yang dilengkapi dengan vitamin B6 serta protein. Tak hanya itu, nutrisinya juga dilengkapi asam folat, protein, kalsium, zat besi, omega-3, dan omega-6. Susu kehamilan rendah lemak ini tersedia dalam rasa coklat dan vanilla delight yang lezat.
     
  5. Konsumsi Camilan Kacang
    Jenis makanan kacang-kacangan dapat membantu Ibu dalam mengontrol nafsu makan Ibu selama kehamilan. Pilihlah kacang-kacangan sebagai camilan yang dapat membantu Ibu dalam mencukupi kebutuhan nutrisi. Terutama bagi Ibu yang mempunyai masalah dengan nafsu makan saat usia kehamilan muda, camilan kacang-kacangan dapat menemani aktivitas Ibu.
     
  6. Makan Sedikit dan Rentang Waktu Dekat
    Setidaknya dibutuhkan 20 menit bagi otak dalam menyampaikan pesan bahwa perut Ibu kenyang. Ibu dapat mengonsumsi makanan dengan jumlah yang sedikit akan tetapi dalam jarak waktu yang dekat. Langkah ini penting untuk menghindari mual pada usia kehamilan muda dan perut cepat kenyang pada kehamilan trimester akhir.
  7. Konsumsi protein di awal hari
    Protein memang sangatlah penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Namun, akan lebih baik pula jika Bunda mengonsumsi protein di awal hari.
  8. Aturlah jumlah asupan garam dan karbohidrat
    Meskipun sedang hamil, bukan berarti Bunda dapat makan sepuasnya tanpa terkontrol ya. Big big no, Bunda tetap harus mengontrol karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh Bunda.

    Tak hanya karbo, jumlah asupan garam yang masuk ke dalam tubuh pun harus diatur sedemikian rupa. Jangan sampai kurang, namun jangan juga sampai berlebihan!
  9. Konsumsi roti putih
    Nutrisi yang terdapat pada roti gandum memang sudah tak bisa dipungkiri lagi. Namun pada saat hamil dan merasa mual, ada baiknya jika Bunda mengonsumsi roti putih.
  10. Pesan makanan yang Bunda sukai
    Tak selalu harus makan masakan rumah, untuk mengatasi kejenuhan serta meningkatkan selera makan bunda, tak apa jika sesekali bunda memesan makanan dari luar.

    Namun sebelumnya, perhatikan terlebih dahulu makanan yang Bunda pesan. Jauhilah junkfood, ada baiknya jika Bunda memesan makanan sehat dan lezat untuk dikonsumsi.

    Salah satu makanan mengandung protein yang dapat ibu hamil konsumsi adalah daging, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  11. Minumlah banyak air putih
    Setiap orang memang sangat dianjurkan untuk mengonsumsi banyak air putih, sama halnya dengan ibu hamil. Maka dari itu, semasa hamil pastikanlah Bunda mendapatkan asupan air yang cukup untuk mencegah dehidrasi pada ibu hamil dan janin.

    Tak hanya air, Bunda juga dapat menutrisi tubuh dan janin dengan jus buah serta susu. Hindarilah kopi dan teh yang dikonsumsi secara berlebih.

Jenis Makanan Bergizi Yang Diperlukan Ibu Hamil

Seorang Ibu hamil tentunya membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak serta komposisi makanan bergizi seimbang. Berdasarkan penjelasan dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, berikut ini adalah jenis makanan yang paling diperlukan ibu hamil.

1. Ikan

“Selain kaya akan protein dan vitamin B, ikan juga tinggi asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak dan mata janin. Salmon, tuna, dan sarden memang paling tinggi kandungan gizinya, tetapi secara umum Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis ikan selama tidak memiliki alergi,” dr. Fiona menjelaskan.

Advertisement

2. Serealia dan polong-polongan

Serealia (gandum, beras merah) dan polong-polongan (lentil, kacang hijau, kacang merah, dan kedelai) kaya akan protein, besi, asam folat, kalsium, dan seng. Makanan-makanan ini juga mengandung serat sehingga dapat mengurangi sembelit saat hamil. Selain itu, konsumsi polong-polongan dapat menjaga tekanan darah dan gula darah ibu hamil.

3. Yoghurt

Kandungan kalsium dalam secangkir yoghurt lebih banyak daripada dalam secangkir susu. Di samping itu, yoghurt juga tinggi protein. Untuk pilihan yang lebih sehat, Anda dapat mengonsumsi yoghurt rendah lemak dan tanpa rasa (plain).

4. Telur

Telur merupakan sumber protein yang menyediakan asam amino untuk pertumbuhan sel-sel bayi. Di samping itu, telur kaya akan vitamin D dan mineral, termasuk kolin yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi. Selama hamil sebaiknya Anda mengonsumsi telur matang.

5. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, selada, dan kailan kaya akan besi dan asam folat. “Sayuran hijau juga tinggi vitamin K, yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Penyerapan zat-zat ini lebih baik bila dikonsumsi secara alami dibandingkan melalui suplemen,” kata dr. Fiona.

Baca Juga : Bolehkah Ibu Hamil Minum Air Kelapa Muda Setiap Hari? Cek Fakta Disini!

Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan kalori 2.500-2.700 setiap harinya. Utamakanlah jenis makanan yang disebutkan di atas. Jangan lupa minum susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Buah-buahan yang dianjurkan terutama yang mengandung vitamin C seperti jeruk, anggur, pepaya, atau sayur-sayuran seperti brokoli dan tomat.

Baca Juga : Bolehkah Ibu Hamil Tidur Miring Ke Kanan, Apakah itu Baik Untuk Janin?

Jika Anda tak yakin bisa memenuhi kebutuhan kalori tersebut atau nutrisi esensial yang disebutkan saat hamil, Anda bisa mempertimbangkan konsumsi suplemen. Namun, ini mesti dikonsultasikan kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda.

Penuhilah kebutuhan gizi ibu hamil

Tengah berbadan dua, ibu hamil butuh asupan kalori yang lebih banyak serta komposisi makanan bergizi seimbang. Berdasarkan penjelasan dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, berikut ini adalah jenis makanan yang paling diperlukan ibu hamil.

1. Serealia dan polong-polongan

Serealia (gandum, beras merah) dan polong-polongan (lentil, kacang hijau, kacang merah, dan kedelai) kaya akan protein, besi, asam folat, kalsium, dan seng. Makanan-makanan ini juga mengandung serat sehingga dapat mengurangi sembelit saat hamil. Selain itu, konsumsi polong-polongan dapat menjaga tekanan darah dan gula darah ibu hamil.

2. Ikan

“Selain kaya akan protein dan vitamin B, ikan juga tinggi asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak dan mata janin. Salmon, tuna, dan sarden memang paling tinggi kandungan gizinya, tetapi secara umum Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis ikan selama tidak memiliki alergi,” dr. Fiona menjelaskan.

3. Telur

Telur merupakan sumber protein yang menyediakan asam amino untuk pertumbuhan sel-sel bayi. Di samping itu, telur kaya akan vitamin D dan mineral, termasuk kolin yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi. Selama hamil sebaiknya Anda mengonsumsi telur matang.

4. Yoghurt

Kandungan kalsium dalam secangkir yoghurt lebih banyak daripada dalam secangkir susu. Di samping itu, yoghurt juga tinggi protein. Untuk pilihan yang lebih sehat, Anda dapat mengonsumsi yoghurt rendah lemak dan tanpa rasa (plain).

5. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, selada, dan kailan kaya akan besi dan asam folat. “Sayuran hijau juga tinggi vitamin K, yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Penyerapan zat-zat ini lebih baik bila dikonsumsi secara alami dibandingkan melalui suplemen,” kata dr. Fiona.

Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan kalori 2.500-2.700 setiap harinya. Utamakanlah jenis makanan yang disebutkan di atas. Jangan lupa minum susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Buah-buahan yang dianjurkan terutama yang mengandung vitamin C seperti jeruk, anggur, pepaya, atau sayur-sayuran seperti brokoli dan tomat. Jika Anda tak yakin bisa memenuhi kebutuhan kalori tersebut atau nutrisi esensial yang disebutkan saat hamil, Anda bisa mempertimbangkan konsumsi suplemen. Namun, ini mesti dikonsultasikan kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda.

Baca Juga : √ Ini Dia 5 Posisi atau Cara Tidur Ibu Hamil Agar Tidak Sakit Pinggang

Satu hal yang juga tak kalah penting adalah memonitor perkembangan janin secara berkala. Jika Anda yang sedang hamil tak mengalami kondisi malas makan selama kehamilan, selamat! Namun, ibu hamil tetap harus mewaspadai kenaikan berat badan—jangan sampai berlebihan, ya!

Satu hal yang juga tak kalah penting adalah memonitor perkembangan janin secara berkala. Jika Anda yang sedang hamil tak mengalami kondisi malas makan selama kehamilan, selamat! Namun, ibu hamil tetap harus mewaspadai kenaikan berat badan—jangan sampai berlebihan, ya!

Nah, itulah Beberapa Tips atau Cara Mengatasi Ibu Hamil Yang Susah Makan Nasi saat hamil.

Kini, Bunda sudah tahu kan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kehamilan yang satu ini? Penuhilah nutrisi yang Bunda butuhkan dan jangan tunggu sampai nutrisi si Kecil kurang ya, Bun!

Sumber Referensi:

  • klikdokter.com
  • prenagen.com
  • popmama.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*