Apakah Bayi Harus dibedong Terus Saat Tidur atau Setiap Saat?

Apakah Bayi Harus dibedong Terus Saat Tidur atau Setiap Saat?

Apakah Bayi Harus dibedong? Pertanyaan seperti ini kami yakin banyak sekali ditanyakan terutama oleh mereka yang baru pertama kali punya anak. Dan biasanya jawabannya itu ada 2, yaitu ada yang bilang bayi baru lahir harus dibedong dan juga ada yang sebaliknya.

Kelau begitu, jabawannya mana yang benar? Harus di bedong atau jangan di bedong? .. Untuk mengetahui jawabannya, silahkan bunda simak sharing kita kali ini sampai selesai ya. 🙂

Apa tujuan bayi dibedong

Sebenarnya, membedong bayi itu merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak zaman dulu. Tujuan dari membedong bayi sendiri pun bermacam-macam.

Beberapa orang meyakini bahwa apabila bayi dibedong, bayi akan merasa hangat. Dengan begitu, bayi tidak mudah sakit karena kedinginan.

Advertisement

Ada pula yang percaya bahwa tujuan bayi dibedong itu untuk memperbaiki bentuk kaki bayi. Bayi yang kakinya sering dibungkus dengan kain diharapkan dapat tumbuh lurus dan tidak bengkok seiring dengan bertambahnya usia.

Berbagai persepsi dan tradisi seperti membedong bayi ini sudah mengakar dan tumbuh dengan kuat di dalam pikiran masyarakat, terutama di Indonesia. Tetapi, apakah benar bayi harus dibedong? Kalau tidak dibedong, apakah kaki bayi akan bengkok saat ia tumbuh besar?

Apakah bayi harus dibedong supaya merasa hangat?

Pertanyaan ini mungkin pernah atau selalu menghampiri pikiran setiap ibu yang baru memiliki anak. Ini karena tradisi membedong bayi sudah sedemikian kuatnya melekat, sampai terkadang kita lupa bahwa tidak semua tradisi itu benar.

Secara ilmiah, membedong bayi tidak memiliki manfaat khusus selain hanya untuk menjaga kehangatan bayi. Perlu dicatat bahwa membedong bayi juga tidak wajib dilakukan.

Anda bisa menjaga kehangatan tubuh sang bayi dengan cara lain, misalnya mengatur suhu ruangan supaya tidak terlalu dingin dan mengenakan pakaian dengan bahan yang nyaman untuk si kecil.

Benarkah Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong agar Kaki Lurus

Hal ini tidak benar, membedong tidak akan memberikan pengaruh apapun pada bentuk kaki bayi.

Saat bayi baru lahir, kaki bayi pasti berbentuk bengkok karena mengikuti posisi ketika masih berada di dalam kandungan.

Secara alamiah, kaki bayi akan tumbuh lurus seiring dengan bertambahnya usia. Proses ini berlangsung secara bertahap hingga bayi kurang lebih berusia 3 tahun.

Jadi, tanpa perlu dibedong atau diluruskan pun kaki bayi akan tetap tumbuh normal dan lurus sendiri pada waktunya.

Apabila Anda tetap ingin membedong bayi, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa tujuan membedong bayi bukan untuk meluruskan kaki, melainkan hanya untuk menjaga kehangatan tubuh bayi.

Apa Saja Bahaya atau Risiko Membedong Bayi?

Setelah mengetahui apakah bayi harus dibedong atau tidak, Anda mungkin ingin tetap melakukan bedong pada si kecil supaya selalu merasa hangat dan nyaman. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membungkus tubuh bayi dengan kain.

cara membedong bayi yang benar menurut kesehatan

Anda harus ingat bahwa tubuh bayi masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jadi, jika membedong dilakukan dengan menarik kaki dan mengikatnya, hal tersebut justru dapat mengganggu tumbuh kembang bayi.

Kaki bayi yang ditarik dan diikat terlalu kencang malah bisa menghambat perkembangan sendi kaki. Lebih lanjut lagi, kemungkinan saraf-saraf yang ada di sekitar kaki bayi akan mengalami masalah.

Lalu, Bagaimana tips membedong bayi yang aman?

Jika Anda ingin membedong bayi, lakukan dengan cara membedong yang aman dan tidak berisiko. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat membedong bayi.

  1. Pilih jenis kain yang tepat
    Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah pemilihan kain untuk membedong. Pastikan Anda memilih kain dengan bahan yang nyaman dan lembut untuk bayi.

    Selain tebal dan hangat, kain untuk membedong tidak boleh terbuat dari bahan yang kasar supaya kulit bayi terhindar dari iritasi.
  2. Jangan ikat kain terlalu kencang
    Satu lagi yang tidak kalah penting, yaitu hindari mengikat kain bedongan pada bayi terlalu kencang. Kaki dan tangan bayi tidak boleh ditarik atau diluruskan secara paksa ketika dibungkus dengan kain.

    Anda juga harus memastikan bayi tetap bisa bergerak dengan nyaman dan leluasa selama dibedong.
  3. Tak perlu membedong bayi seharian penuh
    Anda tidak perlu terus menerus membedong bayi seharian. Bayi cukup dibedong seperlunya saja, misalnya saat udara dingin dan bayi sedang tertidur.
    Dengan begitu, si kecil tetap bisa bergerak bebas dan tumbuh kembangnya tak terganggu.
  4. Bentangkan kain lampin, lalu lipat sedikit pada salah satu sudutnya. Letakkan bayi di atas kain lampin dengan posisi kepala di tepi sudut yang dilipat. Sambil memegang bayimu, bawalah salah satu sisi kain ke tubuhnya, boleh sisi kanan atau kiri terlebih dahulu, lalu selipkan di bawah tubuhnya.
  5. Tutup bagian kaki bayi dengan melipat sisi bawah kain lampin ke atas. Berikan sedikit ruang agar kakinya bisa bergerak.
  6. Bawalah sisi lain kain ke tubuh bayi, lalu selipkan hingga menyisakan leher dan kepalanya yang tidak terbungkus kain.
  7. Setelah bayi dibedong, pastikan untuk meletakkan bayi dalam posisi telentang. Selain itu, hindari penggunaan bantal hingga usia bayi mencapai dua

Baiklah, demikian yang bisa kami share terkait Boleh tidak nya bayi baru lahir di bedong dan bagaimana cara membedong bayi yang baik dan benar, semoga bermanfaat untuk bunda semuanya ya 🙂 Terima kasih

Sumber : hellosehat.com, Alodokter.com

Pengunjung Juga Mencari:

  • apakah kaki bayi baru lahir tidak masalah diluruskan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*